Rabu, 16 Maret 2016

KELOMPOK TANI MANGGALA TIRTA MAOS KIDUL CILACAP

KELOMPOK TANI
MANGGALA TIRTA
DESA MAOS KIDUL KEC.MAOS KAB. CILACAP
Jalan. Petir Rt. 09 Rw. 01 Maos kidul (Hp) 085729759189 Maos (53272)
 

PROFIL KELOMPOK TANI
MANGGALA TIRTA
1.     PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG

KELOMPOK TANI MANGGALA TIRTA adalah merupakan salah satu Kelompok tani yang ada di Desa Maos kidul, Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap. KELOMPOK TANI ini didirikan / dibentuk pada tahun 1978 atas kesepakatan bersama dari petani yang ada dan bimbingan Penyuluh Pertanian waktu itu   dengan tujuan :

a.       Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petani.
b.      Mendukung program Bimas/Inmas menuju swasembada pangan.
c.       Meningkatkan kerjasama anggota dalam rangka mengatasi masalah yang dihadapi petani terutama dalam hal Pengadaan saprodi Pengendalian hama/penyakit, Pengairan dan Pemasaran.

Pangan merupakan kebutuhan utama manusia,  seiring dengan perkembangan penduduk dan berkurangnya lahan pertanian baik sawah, tegalan maupun pekarangan maka petani sebagai pelaku utama di bidang pertanian dituntut untuk selalu berusaha meningkatkan produksi.  Hal tersebut dapat di capai apabila petani menekuni, memahami dan mencintai usaha taninya atau dengan kata lain petani Profesional.  Selama ini sebagian besar petani Indonesia mengaku bahwa menjadi petani sebagai profesi tetapi berusaha tani hanya sekedarnya atau petani amatir.   Dengan kondisi sepeti ini maka permasalahan klasik selalu muncul,  seperti:
a.         Kurang modal tetapi bila di beri bantuan modal tidak mampu mengelola dengan baik.
b.         Selalu mengeluh dan meminta bantuan apabila muncul masalah dilapangan.
c.          Harga jatuh saat panen
d.         Usaha tani yang selalu merugi.
e.         Gagal panen karena serangan hama dan penyakit.
f.           Ketergantungan kepada pihak lain.
Tugas bagi kelompok tani dan aparat pendukung kegiatan usaha tani terutama dalam Progran Upsus Pajale (Dinas Pertanian, penyuluh) untuk membuat/mencetak petani profesional dan menumbuhkan kemandirian petani sehingga petani tidak lagi dianggap sebagai golongan masyarakat bawah dengan kondisi miskin dan bodoh. Dipinggirkan tetapi dibutuhkan.

B.     Visi dan Misi
1.      Visi

Meningkatkan sumber daya pengurus dan anggota Kelompok  menuju Profesinalisme dan kemandirian Petani

                                                                                    



2. Misi
a.      Meningkatkan pengetahuan anggota dan pengurus dalam bidang tehnologi pertanian melalui jalinan komonikasi yang baik dengan sumber / pusat informasi tehnologi dan Melakukan study banding.
b.     Melakukan penyebaran informasi tehnologi melalui percontohan dan pendampingan usaha tani.
c.      Mendekatkan sarana produksi dan pasar.



C.      Kondisi Wilayah Kelompok tani (Wil-Kel)

Wilayah kelompok tani Manggala tirta sebagian besar merupakan lahan pertanian sawah seluas 52 Ha berpengairan tehnis dengan bertopografi datar terletak pada ketinggian 8 M dpl. sedangkan lahan pertanian lainnya  sudah berubah menjadi pemukiman dan tinggal sebagian kecil yang masih bisa dimanfaaatkan untuk budidaya pertanian berupa halaman rumah. Sesuai dengan sumber daya alam yang ada maka komodity utama yang di usahakan adalah padi di lahan sawah dan sebagian kecil di lahan pekarangan berupa tanaman sayuran perkebunan dan buah-buahan.
                                             
D.     Kepengurusan

Susunan pengurus kelompok tani Manggala adalah sbb:
a.       Pelindung                    : Kepala Desa Maos Kidul
b.      Pembina                       : PPL Wil-Bin Maos lidul
c.       Ketua                            : Sudarjo
d.      Sekretaris                    : Pujiyatno
e.       Bendahara                   : Daliman
f.        Seksi-seksi
f.1.  Pengendalian OPT                                              : Zuhdi
f.2.  Lumbung dan cadangan pangan                       : Sumyak
f.3.  Pengaturan dan perawatan jaringan irigasi    : Mubakin
f.4.  Klinik pertanian dan Pengadaan saprodi         : Wiryo sukardi
                 
E.             Keanggotaan

Anggota kelompok tani adalah petani yang memiliki atau berusaha tani di lahan hamparan wilayah kelompok Manggala tirta yang terdiri dari Petani Pemilik, petani penggarap, petani sewa. Anggota kelompok berasal dari Desa Maos Kidul, Desa Karangrena, Desa Klapagada dan Desa Maos lor.  Jumlah anggota sebanyak 158 orang dengan kepemilikan penguasaan lahan rata rata 0,35 ha.  Dengan kondisi dimana domisili anggota tersebar dibeberapa desa membuat pembinaan anggota menjadi terkendala. Salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan memilah-milah anggota menjadi anggota aktif, dan anggota Pasif.  Anggota aktif dengan tingkat adopsi terhadap tehnologi yang tinggi yang selalu dibina, di dampingi dan disuport agar bisa menjadi contoh bagi anggota yang pasif.
F.  Data Usahatani
            a.  Rata-rata Luas Pemilikan Lahan
Tabel 1. Rata-Rata Luas Pemilikan Luas Lahan
No
Luas pemilikan
%
1
2
3
4
Kurang dari 0,1
0,1 - 0,5
0,6 - 1,0
1,1 - 2,0
0.25
82,25
10.50
7.00

Jumlah
100

b.       Luas Tanam / Populasi dan Produksi Pertanian Tanaman Pangan
Tabel 2. Luas Tanaman tahun 2015
No
Komoditi
Luas Tanam 1 Tahun
( Ha )
1
2
3
4
Padi sawah
Padi Gogo
Kedele
Jagung
104
0
0
0

Tabel 3. Produksi 5 tahun terakhir.
No
1
Jenis komoditi
Produksi ( ton ) GKP
2011
2012
2013
2014
2015
1
2
3
4
Padi sawah
Padi Gogo
Kedele
Jagung
582,4
0
0
0
582,4
0
0
0
686,4
0
0
0
738,4
0
0
0
832
0
0
0
   Keterangan : satu tahun 2 MT
Apabila dikonvesi menjadi beras untuk tahun tahun 2015 Petani anggota kelompok tani manggala tirta dengan luas 52 ha mampu memproduksi 440,96 ton

Tabel 4. Produktivitas Tanaman Pangan
No
1
Jenis komoditi
Produksi ( ton/ha GKP )
2011
2012
2013
2014
2015
1
2
3
4

Padi sawah
Padi Gogo
Kedele
Jagung

5,6
0
0
0

5,6
0
0
0

6,6
0
0
0

7,1
0
0
0

8
0
0
0

Produksi terendah: 5,6 ton GKP
Produksi tertinggi : 11,34 ton GKP
Dari data tersebut diatas, Dengan pendampingan dan perencanaan yang baik serta menerapkan tehnologi yang ada lahan dikelompok tani Manggala tirta masih mampu ditingkatkan produktifitasnya menjadi rata rata 10 ton GKP
G.     Pola Tanam
Pola Tanam padi di Kelompok tani Manggal tirta Desa  Maos kidul adalah Padi – Padi- Bero, atau dalam satu tahun ada 2 (dua) musim tanam,  hal ini terjadi karena varietas yang ditanam rata rata berumur 115-125 hari ditambah waktu pengolahan tanah dan penanganan pasca panen sekitar 1 bulan, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk satu musim tanam sekitar 5 bulan.  Dalam satu tahun ada waktu sisa 2 bulan pada bulan Agustus dan September.  Waktu sisa tersebut tidak cukup untuk tanam satu musim apalagi saat bulan tersebut merupakan pucak musim kemarau.  Apa bila dipaksakan MT III akan berakibat rusaknya pola tanam dan berdampak kurang baik pada MT berikutnya, sulit mencari saprodi, serangan hama penyakit tinggi dan produktifitas menurun.
Upaya optimalisasi lahan dengan 3 MT/tahun masih terus diupayakan dengan catatan MT. 1 Tetap dilaksanakan pada Bulan Oktober.



                                        

II.             PROGRAM KERJA KELOMPOK

1.     POLA TANAM
Dengan melihat perilaku iklim tahun 2016 direncanakan dilaksanakan 2 musim tanam yaitu MT. 1. Dimulai bulan Nopember 2015 sampai dengan bulan Pebruari 2016.  MT. 2.  Dimulai bulan Maret sampai dengan bulan juli 2016. Bulan Agustus dan September tidak ditanami dengan alasan:
a.       Merupakan puncak musim kemarau sehingga kemungkinan kekurangan air
b.      Memutus siklus hama dan penyakit karena saat ini diwilayah kecamatan Maos, Sampang, Adipala, Kroya tanam tidak serempak dan sudah nampak serangan tikus, wereng, HDB dan Blas.
c.       Jadwal pelayanan air irigasi oleh PSDA masuk masa pengeringan dan perawatan jaringan
Bulan Oktober dimulai MT.I 2016/2017.

2.     PERAWATAN JARINGAN IRIGASI.
Perawatan/pemeliharaan jaringan irigasi dilakukan setiap akhir musim tanam atau setelah semua petani panen.  Hal ini dilakukan karena bangunan irigasi sebagian besar masih bangunan tanah dan banyak yang rusak karena digunakan untuk mengangkut hasil panen. Biaya yang timbul ditanggung bersama oleh anggota dengan arahan petugas diaksanakan secara Gotong royong, untuk saluran dengan kerusakan berat.    Sedangkan saluran dengan kerusakan ringan dilakukan oleh ili ili (petugas perawatan saluran dan pelayanan air irigasi) 



3.     PENGADAAAN BENIH
Beberapa varietas yang di sukai petani al: Padi hibrida Varietas Mapan P05, 25%  inpari 16, 5%, inpari 24 (merah) 5%, inpari 32, 5%, situbagendit 10%, ciherang 50%.
 
Produksi akan baik apabila varietas yang terpilih adalah varietas yang mempunyai kemampuan produksi tinggi, memiliki adaptasi yang baik terhadap Agro Ekosistim wilayah setempat, memiliki cita rasa yang disukai oleh konsumen.
Pengadaan benih secara swadaya difasilitasi oleh kelompok tani, TNI dan penyuluh.  Sedangkan  untuk varietas inbrida yang belum ada dipasaran kelompok memperbanyak sendiri (mandiri benih).

Dari 52 ha lahan di wil-kel Manggala tirta baru 25% petani mampu mengunakan benih 10 kg / ha, sementara sisanya (75%) masih 25 s/d 30 kg/ha
Diharapkan pada tahun 2016 50% petani mampu menggunakan benih 10 kg/ha.  Secara bertahap nantinya semua petani mampu menggunakan benih maksimal 10 kg/ha.
Keuntungan yang didapat adalah:
a.       Benih bermutu yang kadang stoknya terbatas dapat ditanam lebih luas.
b.      Menggurangi penggunaan gabah untuk benih sehingga mampu menambah stok cadangan pangan ( ada penghematan + 20 kg / ha).
c.       Bibit lebih sehat dan pertumbuhannya lebih cepat
                                                                                                                  

              Pesemaian jarang: tanaman sudah beranak sejak dari pesemaian
Catatan: caranya sangat sederhana, yaitu dengan membuat pesemaikan jarang 20M2-30 M2 untuk tiap kg benih sehingga bibit sudah beranak saat masih di pesemain.

5.     TANAM PADI DENGAN SISTIM JAJAR LEGOWO
Tanam dengan sistim Jajar legowo sudah terbukti mampu meningkatkan jumlah rumpun dan jumlah malai produktif namun demikian baru 15% petani mau menanam dengan model jajar legowo 2 dan 20% tanam dengan jajar legowo 4.  Pada tahun 2016 diharapkan 50% petani mau menanam dengan model jajar ledowo 2 dan 50% tanam dengan model jajar legowo 4. dengan jumlah malai produktif 2 juta s/d 3 juta / ha.


Tanam jajar legowo 2
,

6.     PEMUPUKAN
Lahan merupakan bagian terpenting dalam proses produksi pertanian, untuk itu sangat penting bagi kita untuk selalu berusaha meningkatkan dan mempertahankan kesuburan lahan sawah.  Untuk itu maka pengembalian jerami kelahan sawah dan menggalakan penggunaan pupuk organik.
Di kelompok tani Manggala tirta penggunaan pupuk organik sudah mulai menjadi perhatian petani, pembakaran jerami sudah mulai berkurang, 75% jerami sudah dikembalikan ke lahan sawah, 25% masih dibakar terutama sisa Proses penggilihan saat panen.   Hal ini dibuktikan dengan terus meningkatnya produktifitas lahan.  Pada tahun 2016 pengurus di dampingi PPL akan terus melakukan sosialisasi kepada anggota agar kimia tanah, biologi tanah dan fisika tanah semakin baik. Targetnya 100% petani mengembalikan jerami kelahan sawah tanpa dilakukan pembakaran kecuali dengan alasan tertentu dan secara tehnis dibenarkan (memutus siklus hama).

Untuk memenuhi kebutuhan pupuk anggota pada saat dibutuhkan pengurus dengan bimbingan PPL mengusulkan kebutuhan pupuk bersubsidi dengan membuat RDKK.

7.     PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
a.      Pengendalian Hama
Hama utama pada tanaman padi yang mengancam keselamatan Produksi adalah hama Tikus dan wereng batang coklat (WBC) dan penggerek batang.
Untuk mengendalikan hama Tikus Kelompok tani manggala tirta besama dengan Gapoktan Sumber Makmur sudah memanfaatkan musuh alami (predator tikus) burung hantu (Tyto Alba). Sudah dibangun Rubuha permanen 60 unit dan 15 rubuha sederhana serta 1 buah sangkar Penangkaran Tyto alba.  Dampak yang dirasakan petani sangat positif, 2 (dua) musim tanam terakhir tanaman padi di wil-kel manggala tirta tidak ada serangan hama tikus.


Penangkaran Tyto Alba (predator tikus



Untuk mengendalikan OPT lain terutama WBC. Langkah yang ditempuh adalah mentaati pola tanam yang sudah ditentukan.  Karena polatanam yang benar sangat efektif mengendalikan perkembangan OPT.
Terkait dengan pola tanam ini Kelompok tani manggala tirta tidak bisa sendirian. Harus besama sama dengan kelompok tani lain dari desa dan kecamatan lain serta didukung oleh apara Pemerintah.       Tanpa didukung oleh pemerintah hal ini sulit dilakukan.

b.     Pengendalian Penyakit
Petani anggota kelompok tani manggala  tirta sudah paham cara mengendalikan serangan penyakit cara yang dilakukan antara lain
Ø  Penggunaan varietas tahan
Ø  Pemupukan berimbang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman sehingga daya tahan terhadap penyakit meningkat.
Ø  Penggunaan pestisida yang tepat, apabila diperlukan.
8.     PANEN DAN PASCA PANEN
a.      PANEN
Untuk menekan kehilangan hasil petani sudah 100% menggunakan power tresser sebagai alat perontok dan sudah di mulai diperkenalkan combain harvester.  Keuntungan dari mengunakan alat ini al:
Ø  Kehilangan hasil dapat ditekan sampai 10% dibanding dengan model panen tradisional (Gepyokan).
Ø  Jerami dikembalikan ke lahan sawah.
Ø  Proses pemanenan cepat sehingga menekan kerusakan hasil panen






 panen MT.I Tahun 2016



b.      PASCA PANEN
Sistim penjemuran yang mengandalkan sinar matahari dan jumlah lantai jemur yang terbatas sangat menyulitkan petani tertama pada saat panen MT.1 sehingga petani lebih suka menjual GKP atau sistim tebas meskipun petani dirugikan karena harga jual menjadi rendah. Sebenarnya ada upaya yang dapat dilakukan dengan pengadaan Dryeer tetapi disamping harganya mahal juga kurang efektif terutama pada saat panen raya.

Untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian pengurus sudah mengupayakan al:
Ø  Menjual hasil produksi dalam bentuk beras namun kapasitasnya masih sangat kecil
Ø  Bersama Gapoktan Sumber Makmur malakukan tunda jual dengan tujuan untuk stok cadangan pangan dan meningkatkan nilai jual.


 


III.  Harapan

Kelompok Tani Manggala tirta masih memiliki kendala yang masih harus dicarikan jalan keluarnya.  Permasalahan tersebut al:
-          Belum bisa menjual beras dalam jumlah banyak karena belum memiliki rice mill,  penggilingan padi selama ini dilakukan bekerjasama dengan pengusaha lokal sehingga biaya produksi menjadi lebih tinggi dan susah bersaing dengan pengusaha yang memiliki rice mill sendiri.
-          Pengeringan dengan menggunakan lantai jemur sangat tergantung cuaca, sehingga apabila cuaca kurang mendukung banyak gabah yang rusak.
-          Belum memiliki mitra usaha yang pasti dalam distribusi dan perdagangan.


Dengan keterbatasan yang ada pengurus dan anggota masih tetap optimis dan berharap semoga cepat atau lambat :
Ø Petani anggota kelompok tani Manggala tirta bisa menjadi petani yang mandiri dan profesional
Ø Dengan pola tanam yang benar, penggunaan varietas yang baik, dan tehnik budidaya yang benar Produktifitas lahan dapat ditingkatkan menjadi 1 s/d 1,5 kg /M2
Ø Dapat melakukan kemitraan dengan mitra usaha, sehingga pemasaran terjamin kelangsungan dan pasokannya.
Ø perlu dilakukan pembinaan pengurus agar dapat lebih menguasai tata niaga beras.

Demikian profil KELOMPOK TANI MANGGALA TIRTA Desa Maos kidul Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap.  Kami menyadari bahwa KELOMPOK TANI kami masih banyak kekurangan, untuk itu kami sangat berharap atas bimbingan dan Pendampingan demi kemajuan dan kesejahteraan petani.



Maos kidul, 23 Pebruari 2016
KELOMPOK TANI MANGGALA TIRTA
KETUA



SUDARJO
 





     













1 komentar: