Senin, 10 April 2017

SESUNGGUHNYA KURANG APA BERLEBIH PODUKSI BERAS KITA

Saya orang awam yang tidak paham tentang data, tetapi saya hanya berandai andai, kalau salah mohon dimaklumi...  karena apa yang saya tulis tidak didukung data, hanya sebuah pendapat pribadi::
Berdasarkan informasi yang sering kami dengar konon penduduk negara kita sekitar 250 juta sedangakan lahan sawah kita kurang lebih 8 juta hektar dengan demikian maka lahan  sawah 1 ha menghasilkan beras untuk makan 31,25 orang ( 1:3,25 ). seandaiya setiap orang membutuhkan beras100 kg / Tahun maka produksi beras kita minimal 3.125 ton / ha / tahun.

Seandainya indek pertanaman kita 200% (IP.200) maka luas panen kita ada 16 juta Ha dengan target produksi minimal 25 juta ton. atau 1,5625 ton / ha / mt. 

menurut kami sungguh sangat mudah membuat Indonesia swasembada beras tinggal kesungguhan semua pihak. 

BAGAI MANA MENURUT ANDA

perlakuan benih Padi hibrida

banyak petani yang sudah mengenal padi hibrida dan banyak pula yang suka menanam padi hibrida dengan alasan yang beragam, sehingga meskipun benihnya relatif mahal petani mau membelinya. tetapi dari beberapa kasus yang kami amati banyak yang gagal di tahap pemeraman dan pesemaian sehingga muncul anggapan bahwa benih berkwalitas rendah.

benih padi hibrida secara umum berpenampilan tidak menarik, warna yang kusam, kulit tipis, bentuk gabah yang kecil, ringan dan banyak yang mengapung bila dilakukan perendaman. disamping itu sebagian besar benih padi hibrida merupakan introduksi dari luar negeri dan produksi benihnya juga di luar negeri, hanya sebagian kecil yang diproduksi di dalam negeri sehingga dimungkinkan benih mengalami kerusakan karena perjalanan yang jauh.

untuk menghindari kegagalan berikut ini cara perlakuan benih agar dapat tumbuh dengan baik.

1. Benih sebaiknya di jemur lebih dulu kurang lebih 3-4 jam
2. Diamkan selama setengah hari.
3. Benih dicuci sampai bersih dengan air yang jernih.
4. Lakukan perendaman sekitar 12 jam (semalam).
5. Benih ditiriskan dan masukkan kedalam kantong bekas pupuk atau tempat lain yang tidak kedap air.
6. Bilas dengan air hanyat (hangat2kuku) sampai benih tidak berbau busuk.
atau bisa dengan cara direndam sampai air dingin.
7. Peram dengan posisi diratakan dengan ketebalan sekitar 5 cm
8. Setelah 12 jam pemeraman, lakukan pengecekan, apabila tidak ada tanda
tanda tumbuh dan dengan suhu yang rendah (dingin) lakukan pemeraman
dengan menambah keketebalan dan ditutup dengan kain yang tebal agar
suhu benih meningkat.
9. apabila suhu terlalu panas ketebalan benih dikurangi.
10 apabila benih berkwalitas baik setelah 24 jam benih siap disebar, terapi bila
daya kecambahnya kurang baik peperaman bisa sampai 3 hari (70 jam).


SELAMAT MENCOBA