KELOMPOK TANI
MANGGALA TIRTA
DESA MAOS KIDUL KEC.MAOS KAB. CILACAP
Jalan. Petir Rt. 09 Rw. 01
Maos kidul (Hp) 085729759189 Maos (53272)
PROFIL KELOMPOK TANI
MANGGALA TIRTA
1. PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
KELOMPOK
TANI MANGGALA TIRTA adalah merupakan salah satu Kelompok tani
yang ada di Desa Maos kidul, Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap. KELOMPOK
TANI ini didirikan / dibentuk pada tahun 1978 atas
kesepakatan bersama dari petani yang ada dan bimbingan Penyuluh
Pertanian waktu itu dengan tujuan :
a.
Meningkatkan kemampuan dan pengetahuan petani.
b.
Mendukung program Bimas/Inmas menuju swasembada pangan.
c.
Meningkatkan kerjasama anggota dalam rangka mengatasi masalah yang dihadapi
petani terutama dalam hal Pengadaan saprodi Pengendalian hama/penyakit, Pengairan
dan Pemasaran.
Pangan merupakan
kebutuhan utama manusia, seiring dengan
perkembangan penduduk dan berkurangnya lahan pertanian baik sawah, tegalan
maupun pekarangan maka petani sebagai pelaku utama di bidang pertanian dituntut
untuk selalu berusaha meningkatkan produksi.
Hal tersebut dapat di capai apabila petani menekuni, memahami dan
mencintai usaha taninya atau dengan kata lain petani Profesional. Selama ini sebagian besar petani Indonesia
mengaku bahwa menjadi petani sebagai profesi tetapi berusaha tani hanya
sekedarnya atau petani amatir. Dengan
kondisi sepeti ini maka permasalahan klasik selalu muncul, seperti:
a.
Kurang modal tetapi bila di beri bantuan modal tidak mampu mengelola dengan
baik.
b.
Selalu mengeluh dan meminta bantuan apabila muncul masalah dilapangan.
c.
Harga jatuh saat panen
d.
Usaha tani yang selalu merugi.
e.
Gagal panen karena serangan hama dan penyakit.
f.
Ketergantungan kepada pihak lain.
Tugas bagi kelompok tani
dan aparat pendukung kegiatan usaha tani terutama dalam Progran Upsus Pajale
(Dinas Pertanian, penyuluh) untuk membuat/mencetak petani profesional dan
menumbuhkan kemandirian petani sehingga petani tidak lagi dianggap sebagai
golongan masyarakat bawah dengan kondisi miskin dan bodoh. Dipinggirkan tetapi
dibutuhkan.
B. Visi dan Misi
1.
Visi
|
Meningkatkan
sumber daya pengurus dan anggota Kelompok
menuju Profesinalisme dan kemandirian Petani
|
|
2.
Misi
a.
Meningkatkan
pengetahuan anggota dan pengurus dalam bidang tehnologi pertanian melalui jalinan komonikasi yang baik dengan sumber /
pusat informasi tehnologi dan Melakukan
study banding.
b.
Melakukan penyebaran informasi tehnologi melalui percontohan dan pendampingan usaha tani.
c. Mendekatkan sarana produksi dan pasar.
|
C.
Kondisi Wilayah Kelompok
tani (Wil-Kel)
Wilayah
kelompok tani Manggala tirta sebagian
besar merupakan lahan pertanian sawah seluas 52 Ha berpengairan tehnis dengan
bertopografi datar terletak pada ketinggian 8 M dpl. sedangkan lahan pertanian
lainnya sudah berubah menjadi pemukiman
dan tinggal sebagian kecil yang masih bisa dimanfaaatkan untuk budidaya
pertanian berupa halaman rumah. Sesuai dengan sumber daya alam yang ada maka
komodity utama yang di usahakan adalah padi di lahan sawah dan sebagian kecil
di lahan pekarangan berupa tanaman sayuran perkebunan dan buah-buahan.
D. Kepengurusan
Susunan pengurus kelompok tani Manggala adalah sbb:
a.
Pelindung : Kepala
Desa Maos Kidul
b.
Pembina : PPL
Wil-Bin Maos lidul
c.
Ketua :
Sudarjo
d.
Sekretaris :
Pujiyatno
e.
Bendahara : Daliman
f.
Seksi-seksi
f.1. Pengendalian OPT :
Zuhdi
f.2. Lumbung dan cadangan pangan : Sumyak
f.3. Pengaturan dan perawatan
jaringan irigasi : Mubakin
f.4. Klinik pertanian dan Pengadaan
saprodi : Wiryo sukardi
E.
Keanggotaan
Anggota kelompok tani adalah petani yang memiliki atau berusaha tani di
lahan hamparan wilayah kelompok Manggala tirta yang terdiri dari Petani
Pemilik, petani penggarap, petani sewa. Anggota kelompok berasal dari Desa Maos
Kidul, Desa Karangrena, Desa Klapagada dan Desa Maos lor. Jumlah anggota sebanyak 158 orang dengan
kepemilikan penguasaan lahan rata rata 0,35 ha.
Dengan kondisi dimana domisili anggota tersebar dibeberapa desa membuat
pembinaan anggota menjadi terkendala. Salah satu upaya yang ditempuh adalah
dengan memilah-milah anggota menjadi anggota aktif, dan anggota Pasif. Anggota aktif dengan tingkat adopsi terhadap
tehnologi yang tinggi yang selalu dibina, di dampingi dan disuport agar bisa
menjadi contoh bagi anggota yang pasif.
F. Data Usahatani
a. Rata-rata Luas Pemilikan Lahan
Tabel 1. Rata-Rata Luas Pemilikan Luas Lahan
No
|
Luas pemilikan
|
%
|
1
2
3
4
|
Kurang dari 0,1
0,1 - 0,5
0,6 - 1,0
1,1 - 2,0
|
0.25
82,25
10.50
7.00
|
Jumlah
|
100
|
b.
Luas Tanam / Populasi
dan Produksi Pertanian Tanaman Pangan
Tabel 2. Luas Tanaman tahun 2015
No
|
Komoditi
|
Luas Tanam 1 Tahun
( Ha )
|
1
2
3
4
|
Padi sawah
Padi Gogo
Kedele
Jagung
|
104
0
0
0
|
Tabel 3. Produksi 5 tahun terakhir.
No
1
|
Jenis komoditi
|
Produksi ( ton ) GKP
|
||||
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
||
1
2
3
4
|
Padi sawah
Padi Gogo
Kedele
Jagung
|
582,4
0
0
0
|
582,4
0
0
0
|
686,4
0
0
0
|
738,4
0
0
0
|
832
0
0
0
|
Keterangan : satu tahun 2 MT
Apabila dikonvesi menjadi beras untuk tahun tahun 2015 Petani anggota
kelompok tani manggala tirta dengan luas 52 ha mampu memproduksi 440,96 ton
Tabel 4. Produktivitas Tanaman Pangan
No
1
|
Jenis komoditi
|
Produksi ( ton/ha GKP )
|
||||
2011
|
2012
|
2013
|
2014
|
2015
|
||
1
2
3
4
|
Padi sawah
Padi Gogo
Kedele
Jagung
|
5,6
0
0
0
|
5,6
0
0
0
|
6,6
0
0
0
|
7,1
0
0
0
|
8
0
0
0
|
Produksi terendah: 5,6
ton GKP
Produksi tertinggi :
11,34 ton GKP
Dari data
tersebut diatas, Dengan pendampingan dan perencanaan yang baik serta menerapkan
tehnologi yang ada lahan dikelompok tani Manggala tirta masih mampu
ditingkatkan produktifitasnya menjadi rata rata 10 ton GKP
G. Pola Tanam
Pola Tanam padi
di Kelompok tani Manggal tirta Desa Maos
kidul adalah Padi – Padi- Bero, atau dalam satu tahun ada 2 (dua) musim
tanam, hal ini terjadi karena varietas
yang ditanam rata rata berumur 115-125 hari ditambah waktu pengolahan tanah dan
penanganan pasca panen sekitar 1 bulan, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk
satu musim tanam sekitar 5 bulan. Dalam
satu tahun ada waktu sisa 2 bulan pada bulan Agustus dan September. Waktu sisa tersebut tidak cukup untuk tanam
satu musim apalagi saat bulan tersebut merupakan pucak musim kemarau. Apa bila dipaksakan MT III akan berakibat
rusaknya pola tanam dan berdampak kurang baik pada MT berikutnya, sulit mencari
saprodi, serangan hama penyakit tinggi dan produktifitas menurun.
Upaya
optimalisasi lahan dengan 3 MT/tahun masih terus diupayakan dengan catatan MT.
1 Tetap dilaksanakan pada Bulan Oktober.
|
|
II. PROGRAM KERJA KELOMPOK
1. POLA TANAM
Dengan melihat perilaku iklim tahun 2016 direncanakan dilaksanakan 2 musim
tanam yaitu MT. 1. Dimulai bulan Nopember 2015 sampai dengan bulan Pebruari
2016. MT. 2. Dimulai bulan Maret sampai dengan bulan juli
2016. Bulan Agustus dan September tidak ditanami dengan alasan:
a.
Merupakan puncak musim kemarau sehingga kemungkinan
kekurangan air
b.
Memutus siklus hama dan penyakit karena saat ini
diwilayah kecamatan Maos, Sampang, Adipala, Kroya tanam tidak serempak dan
sudah nampak serangan tikus, wereng, HDB dan Blas.
c.
Jadwal pelayanan air irigasi oleh PSDA masuk masa
pengeringan dan perawatan jaringan
Bulan Oktober dimulai MT.I 2016/2017.
2. PERAWATAN JARINGAN IRIGASI.
Perawatan/pemeliharaan jaringan irigasi dilakukan setiap akhir musim tanam
atau setelah semua petani panen. Hal ini
dilakukan karena bangunan irigasi sebagian besar masih bangunan tanah dan
banyak yang rusak karena digunakan untuk mengangkut hasil panen. Biaya yang
timbul ditanggung bersama oleh anggota dengan arahan petugas diaksanakan secara
Gotong royong, untuk saluran dengan kerusakan berat. Sedangkan saluran dengan kerusakan ringan
dilakukan oleh ili ili (petugas perawatan saluran dan pelayanan air irigasi)
3. PENGADAAAN BENIH
Beberapa varietas yang di sukai petani al: Padi hibrida Varietas Mapan P05, 25% inpari 16, 5%, inpari 24 (merah) 5%, inpari 32, 5%, situbagendit 10%, ciherang 50%.
Beberapa varietas yang di sukai petani al: Padi hibrida Varietas Mapan P05, 25% inpari 16, 5%, inpari 24 (merah) 5%, inpari 32, 5%, situbagendit 10%, ciherang 50%.
Produksi akan baik apabila varietas yang terpilih adalah varietas yang
mempunyai kemampuan produksi tinggi, memiliki adaptasi yang baik terhadap Agro
Ekosistim wilayah setempat, memiliki cita rasa yang disukai oleh konsumen.
Pengadaan benih secara swadaya difasilitasi oleh kelompok tani, TNI dan
penyuluh. Sedangkan untuk varietas inbrida yang belum ada
dipasaran kelompok memperbanyak sendiri (mandiri benih).
Dari 52 ha lahan di wil-kel Manggala tirta baru 25% petani mampu mengunakan
benih 10 kg / ha, sementara sisanya (75%) masih 25 s/d 30 kg/ha
Diharapkan pada tahun 2016 50% petani mampu menggunakan benih 10
kg/ha. Secara bertahap nantinya semua
petani mampu menggunakan benih maksimal 10 kg/ha.
Keuntungan yang didapat adalah:
a.
Benih bermutu yang kadang stoknya terbatas dapat
ditanam lebih luas.
b.
Menggurangi penggunaan gabah untuk benih sehingga
mampu menambah stok cadangan pangan ( ada penghematan + 20 kg / ha).
c.
Bibit lebih sehat dan pertumbuhannya lebih cepat
|
Pesemaian jarang:
tanaman sudah beranak sejak dari pesemaian
|
Catatan: caranya sangat sederhana, yaitu dengan membuat pesemaikan jarang
20M2-30 M2 untuk tiap kg benih sehingga bibit sudah
beranak saat masih di pesemain.
5. TANAM PADI DENGAN SISTIM JAJAR LEGOWO
Tanam dengan sistim Jajar legowo sudah terbukti mampu meningkatkan jumlah
rumpun dan jumlah malai produktif namun demikian baru 15% petani mau menanam
dengan model jajar legowo 2 dan 20% tanam dengan jajar legowo 4. Pada tahun 2016 diharapkan 50% petani mau
menanam dengan model jajar ledowo 2 dan 50% tanam dengan model jajar legowo 4.
dengan jumlah malai produktif 2 juta s/d 3 juta / ha.
|
Tanam
jajar legowo 2
|
6. PEMUPUKAN
Lahan merupakan bagian terpenting dalam proses produksi pertanian, untuk
itu sangat penting bagi kita untuk selalu berusaha meningkatkan dan
mempertahankan kesuburan lahan sawah.
Untuk itu maka pengembalian jerami kelahan sawah dan menggalakan
penggunaan pupuk organik.
Di kelompok tani Manggala tirta penggunaan pupuk organik sudah mulai
menjadi perhatian petani, pembakaran jerami sudah mulai berkurang, 75% jerami
sudah dikembalikan ke lahan sawah, 25% masih dibakar terutama sisa Proses
penggilihan saat panen. Hal ini
dibuktikan dengan terus meningkatnya produktifitas lahan. Pada tahun 2016 pengurus di dampingi PPL akan
terus melakukan sosialisasi kepada anggota agar kimia tanah, biologi tanah dan
fisika tanah semakin baik. Targetnya 100% petani mengembalikan jerami kelahan
sawah tanpa dilakukan pembakaran kecuali dengan alasan tertentu dan secara
tehnis dibenarkan (memutus siklus hama).
Untuk memenuhi kebutuhan pupuk anggota pada saat dibutuhkan pengurus dengan
bimbingan PPL mengusulkan kebutuhan pupuk bersubsidi dengan membuat RDKK.
7. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
a.
Pengendalian Hama
Hama utama pada tanaman padi yang
mengancam keselamatan Produksi adalah hama Tikus dan wereng batang coklat (WBC)
dan penggerek batang.
Untuk mengendalikan hama Tikus Kelompok tani manggala tirta besama dengan Gapoktan Sumber Makmur sudah
memanfaatkan musuh alami (predator tikus) burung hantu (Tyto Alba). Sudah
dibangun Rubuha permanen 60 unit dan 15 rubuha sederhana serta 1 buah sangkar
Penangkaran Tyto alba. Dampak yang
dirasakan petani sangat positif, 2 (dua) musim tanam terakhir tanaman padi di
wil-kel manggala tirta tidak ada serangan hama tikus.
|
Penangkaran
Tyto Alba (predator tikus
|
Untuk mengendalikan OPT lain terutama WBC. Langkah yang ditempuh adalah mentaati pola tanam yang sudah
ditentukan. Karena polatanam yang benar sangat
efektif mengendalikan perkembangan OPT.
Terkait dengan pola tanam ini Kelompok tani
manggala tirta tidak bisa sendirian. Harus besama sama dengan kelompok tani lain dari
desa dan kecamatan lain serta didukung oleh apara Pemerintah. Tanpa
didukung oleh pemerintah hal ini sulit dilakukan.
b. Pengendalian Penyakit
Petani anggota kelompok tani manggala
tirta sudah paham cara mengendalikan serangan penyakit cara yang
dilakukan antara lain
Ø Penggunaan varietas tahan
Ø Pemupukan berimbang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman sehingga daya
tahan terhadap penyakit meningkat.
Ø Penggunaan pestisida yang tepat, apabila diperlukan.
8. PANEN DAN PASCA PANEN
a.
PANEN
Untuk menekan kehilangan hasil petani sudah 100% menggunakan power tresser
sebagai alat perontok dan sudah di mulai diperkenalkan combain harvester. Keuntungan dari mengunakan alat ini al:
Ø Kehilangan hasil dapat ditekan sampai 10% dibanding dengan model panen
tradisional (Gepyokan).
Ø Jerami dikembalikan ke lahan sawah.
Ø Proses pemanenan cepat sehingga menekan kerusakan hasil panen
b.
PASCA PANEN
Sistim penjemuran yang mengandalkan sinar matahari dan jumlah lantai jemur
yang terbatas sangat menyulitkan petani tertama pada saat panen MT.1 sehingga
petani lebih suka menjual GKP atau sistim tebas meskipun petani dirugikan
karena harga jual menjadi rendah. Sebenarnya ada upaya yang dapat dilakukan
dengan pengadaan Dryeer tetapi disamping harganya mahal juga kurang efektif
terutama pada saat panen raya.
Untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian pengurus sudah mengupayakan
al:
Ø Menjual hasil produksi dalam bentuk beras namun kapasitasnya masih sangat
kecil
Ø Bersama Gapoktan Sumber Makmur malakukan tunda jual dengan tujuan untuk
stok cadangan pangan dan meningkatkan nilai jual.
III. Harapan
Kelompok Tani Manggala tirta masih memiliki kendala yang masih harus
dicarikan jalan keluarnya. Permasalahan
tersebut al:
-
Belum bisa menjual beras dalam jumlah banyak karena
belum memiliki rice mill, penggilingan
padi selama ini dilakukan bekerjasama dengan pengusaha lokal sehingga biaya
produksi menjadi lebih tinggi dan susah bersaing dengan pengusaha yang memiliki
rice mill sendiri.
-
Pengeringan dengan menggunakan lantai jemur sangat
tergantung cuaca, sehingga apabila cuaca kurang mendukung banyak gabah yang
rusak.
-
Belum memiliki mitra usaha yang pasti dalam
distribusi dan perdagangan.
Dengan keterbatasan yang ada pengurus dan anggota masih tetap optimis dan
berharap semoga cepat atau lambat :
Ø Petani anggota kelompok tani Manggala tirta bisa menjadi petani yang mandiri
dan profesional
Ø Dengan pola tanam yang benar, penggunaan varietas yang baik, dan tehnik
budidaya yang benar Produktifitas lahan dapat ditingkatkan menjadi 1 s/d 1,5 kg
/M2
Ø Dapat melakukan kemitraan dengan mitra usaha, sehingga pemasaran terjamin
kelangsungan dan pasokannya.
Ø perlu dilakukan pembinaan pengurus agar dapat lebih menguasai tata niaga
beras.
Demikian profil KELOMPOK TANI MANGGALA TIRTA Desa Maos kidul Kecamatan Maos
Kabupaten Cilacap. Kami menyadari bahwa
KELOMPOK TANI kami masih banyak kekurangan, untuk itu kami sangat berharap atas
bimbingan dan Pendampingan demi kemajuan dan kesejahteraan petani.
|
Maos kidul, 23 Pebruari 2016
KELOMPOK TANI MANGGALA TIRTA
KETUA
SUDARJO
|




bagus pak
BalasHapus