JAMAN
Cucu Cucuku,
Dijaman yg semakin tidak pasti
Semakin tidak adil dan tidak beradab
Pemimpin kehilangan wibawa
Cacian makian terdengar dimana mana dan Negara yg seakan tanpa
haluan
Tidak usah bertanya, mengapa ?
Cukup lakukan saja
Tidak usah bertanya, kemana ?
Cukup jalani saja
Dan Tidak usah bertanya, bagaimana ?
Cukup nikmati saja
Hidup tidak serumit rumus kimia atau hitung hitungan seperti
matematika
Cukup berserah saja.
Kurang apa lagi cucuku?
Lihatlah,
semua sudah tersedia dan Terhampar di mana mana.
Ambilah secukupnya.
Cucu Cucuku,
Dijaman yg semakin tidak pasti
Semakin tidak adil dan tidak beradab
Jangan ikuti mereka
Yg sedikit berbuat tetapi banyak meminta
Yang seperti ini akan Nampak miskin selamanya
Yang matanya melihat tetapi hatinya buta
Mereka Hanya mementingkan dirinya sendiri
Yg sedikit bersujud tetapi banyak berdo’a
Seakan akan Alloh pelit kepada hambanya padahal, dia sendiri
yg pelit kpada Tuhannya
Jangan ikuti mereka
Cucu cucuku
Ingatlah.
Yang abadi dalam dirimu hanyalah hati dan nuranimu, bukan
tubuhmu bukan hartamu, maka sujudlah. Meskipun hanya berbisik ke bumi tetapi terdengar
sampai kelangit
Dan Merendahlah sampai orang lain tidak bisa merendahkanmu
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ
وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ
مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ
فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
“Ya
Allah, Engkaulah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau sudah
menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan berusaha selalu ta’at
kepada-Mu, sekuat tenagaku Yaa Allah. Aku berlindung kepada-Mu, dari keburukan
yg kuperbuat. Kuakui segala nikmat yang Engkau berikan padaku, dan kuakui pula
keburukan-keburukan dan dosa-dosaku. Maka ampunilah aku ya Allah. Sesungguhnya
tidak ada yg bisa mengampuni dosa kecuali Engkau.”
Primatani 11/8/26
JATAH WADAH dan WAYAH
Anakku
Sadar diri atas kapasitas hati
Sebelum meminta, mengejar angan angan
Agar tidak menjadi petaka di
kemudian hari.
Besarkanlah wadah agar jatah
tidak tumpah.
Ketika kamu mau menerima
perbedaan.
Ketika kamu mau mendengar
nasehat
Ketika kamu mau melihat yang
lemah
Ketika kamu bisa memberi dan
berbagi
Ketika kamu merasa sama dengan
yg lain
Artinya hatimu semakin lapang
Anakku
Ilmu dan harta seperti pisau
bermata dua
Bisa melukai siapapun termasuk
diri sendiri
Jangan sampai yg kau miliki
menimbulkan duka dan penderitaan
Butuh kelapangan hati.
Anakku
Lihatlah pohon yg besar dan
berbuah lebat awalnya dari biji yg tumbuh kecil dan lemah
Begitu juga manusia
Butuh perlindungan untuk tumbuh.
Hitunglah berapa banyak orang yg
campur tangan sehingga kamu menjadi seperti sekarang ini
Pasti kamu tidak mampu.
Semua ber proses, Semua butuh
waktu.
Bukankah Tanaman akan berbuah
pada waktunya dan buah akan matang pada waktunya.
Jangan minta disegerakan atau
dimundurkan.
Jalani saja jangan tanya kapan.
Anakku
Hatimu adalah wadahnya
Ilmu dan harta adalah jatahnya
Dan wayah adalah waktu.
Setiap orang punya wadah yg
berbeda, punya jatah yg berbeda dan wayah yg berbeda
Jangan iri apalagi dengki,
Nikmati saja.
Tugasmu melapangkan hati …..
memperbesar wadah agar jatahmu
tidak tumpah.
Primatani 18/8/26